Penulis: Austin Vinsen & Gabriel Tiara C. K
LATAR BELAKANG TOKOH
Wolfgang Köhler merupakan seorang psikolog asal Jerman yang juga berperan penting dalam perkembangan Psikologi Gestalt. Köhler lahir pada tanggal 21 Januari 1887 di Tallinn, Estonia dan meninggal 11 Juni 1967, di Enfield, New Hampshire. Tesis doktoral Köhler dengan Carl Stumpf di Universitas Berlin (1909) melakukan penelitian mengenai pendengaran. Pada tahun 1911 Köhler yang memiliki peran sebagai asisten dan dosen di Universitas Frankurt, melanjutkan kembali penelitian mengenai pendengarannya. Pada tahun 1912 ia dan Kurt Koffka menjadi subjek eksperimen yang dilakukan oleh Max Wertheimer, eksperimen ini merupakan eksperimen tentang persepsi. Laporan mengenai eksperimen tersebut meluncurkan gerakan Gestalt.
Lalu pada tahun 1913-1920 Köhler sebagai direktur stasiun penelitian antropoid dari Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia di Tenerife, Kepulauan Canary, melakukan eksperimen mengenai pemecahan masalah dan menggunakan simpanse sebagai subjek eksperimen. Eksperimen ini mengungkap tentang kemampuan mereka dalam merancang dan menggunakan alat-alat sederhana, serta membangun struktur sederhana. Temuannya muncul dalam karya klasik Intelligenzprüfungen an Menschenaffen (1917;(Mentalitas Kera). Köhler menjadi kepala institut psikologi dan profesor filsafat di Universitas Berlin pada tahun 1921, ia melakukan rangkaian investigasi yang menjelajahi banyak aspek dari teori Gestalt dan menerbitkan buku Psikologi Gestalt (1929). Dikarenakan vokal dalam kritiknya terhadap pemerintahan Adolf Hitler , Köhler pergi ke Amerika Serikat pada tahun 1935 dan menjadi profesor psikologi di Swarthmore College di Pennsylvania hingga tahun 1955.
EKSPERIMEN
Eksperimen yang dilakukan oleh Wolfgang Köhler (1913–1917) di Tenerife merupakan tonggak sejarah psikologi Gestalt. Penelitian ini menantang teori trial-and-error (coba-salah) dengan membuktikan bahwa makhluk hidup, khususnya primata, memiliki kemampuan kognitif untuk memahami hubungan antarunsur dalam lingkungan guna memecahkan masalah secara mendadak atau yang dikenal sebagai Insight Learning.
PROSES EKSPERIMEN
Köhler menggunakan simpanse (subjek paling cerdas bernama Sultan) dengan dua skenario utama yang dirancang agar seluruh alat pemecahan masalah terlihat oleh subjek:
- Eksperimen Kotak (The Box Problem)
→ Pisang digantung di langit-langit yang tidak terjangkau. Beberapa kotak kayu diletakkan secara acak di lantai. Simpanse dibiarkan mencoba meraih pisang tanpa bantuan awal.
- Eksperimen Tongkat (The Stick Problem)
→ Pisang diletakkan di luar jeruji kandang. Di dalam kandang disediakan dua bilah bambu yang berbeda ukuran, di mana ujung bambu kecil bisa dimasukkan ke dalam lubang bambu besar. Simpanse mencoba meraih pisang dengan tangan kosong, lalu dengan satu tongkat, namun keduanya gagal karena jarak yang terlalu jauh.
HASIL EKSPERIMEN
Berdasarkan pengamatan terhadap perilaku simpanse, Köhler merumuskan hasil berikut:
- Proses Insight: Sultan tidak menemukan solusi melalui kebetulan yang berulang-ulang, melainkan melalui fase "berpikir" atau pengamatan diam hingga muncul pemahaman mendadal.
- Penggunaan Alat: Sultan berhasil menumpuk kotak secara vertikal untuk memanjat, serta menyambung dua tongkat menjadi satu alat yang lebih panjang untuk menarik pisang.
- Restrukturisasi Kognitif: Belajar terjadi ketika individu mampu mengubah persepsinya terhadap objek (misalnya: melihat "kotak" bukan sekadar tempat duduk, melainkan "tangga").
- Generalisasi: Sekali insight terbentuk, simpanse mampu menerapkan solusi yang sama pada masalah serupa di masa depan tanpa harus mengulangi proses gagal.
REFERENSI
Britannica Editors (2026, January 17). Wolfgang Köhler. Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/biography/Wolfgang-Kohler
Hergenhahn, B. R., & Olson, M. H. (2008). Theories of Learning. Pearson Prentice Hall.
Soemanto, W. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
No comments:
Post a Comment