Edisi 2026
Sumber: Sumber Foto
Penulis: Austin Vinsen dan Reyfan Setio
Pengenalan Tokoh
John C. Palmer yang berkolaborasi dengan Loftus dalam Car crash experiment juga merupakan seorang psikolog dan parapsikolog Amerika yang dikenal dengan penelitiannya seperti studi out-of-body, efek Ganzfeld, dan automatisme dalam psikologi. Palmer mendapat gelar Ph.D. di bidang mainstream psychology di University of Texas dan kembali ke Parapsikologi di tahun 1970 di Rhine’s Foundation for Research on the Nature of Man (sekarang bernama Rhine Research Center). Palmer menjabat sebagai ketua Parapsychological Association di tahun 1979 dan lagi di tahun 1992 dan juga mantan direktur penelitian di Rhine Research Center dan menjabat sebagai editor jurnal parapsikologi dari tahun 1994 hingga 2017.
Eksperimen Pertama: Eksperimen Estimasi Kecepatan Melalui Kata Kerja
Prosedur:
Sebanyak 45 mahasiswa amerika yang berasal dari Universitas Washington dipilih secara acak untuk menjadi partisipan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan lima kondisi yang berbeda, setiap peserta hanya akan mengalami satu kondisi saja.
Masing-masing peserta ditunjukkan tujuh film pendek mengenai kecelakaan lalu lintas. video tersebut diambil dari video pendidikan pengemudi dan pelatihan polisi. Klip video yang ditunjukkan kepada para peserta berdurasi antara lima hingga tiga puluh detik, beberapa adegan merupakan rekayasa kecelakaan yang difilmkan pada kecepatan sebenarnya yaitu 20, 30, atau 40 mph. ‘
Setiap kelompok menonton klip film yang disediakan dalam urutan yang berbeda, agar dapat terhindar dari efek urutan. Setiap sesi berlangsung dengan durasi sekitar 90 menit. Setelah menonton setiap film, peserta memberi penjelasan bebas mengenai hal yang telah mereka saksikan, dan kemudian menjawab pertanyaan penting.
“Kira-Kira, berapa kecepatan mobil-mobil itu melaju ketika mereka (Menghantam/bertabrakan/berbenturan/bersentuhan/bersenggolan) satu sama lain?
Dengan demikian, kata kerja dari pertanyaan menjadi variabel independen dan kecepatan yang dilaporkan peserta menjadi variabel dependen.
Kecepatan yang diperkirakan sangat dipengaruhi oleh kata kerja yang digunakan dalam pertanyaan. Kata kerja tersebut menyiratkan informasi tentang kecepatan, kata kerja tersebut mampu untuk memengaruhi ingatan para peserta tentang kecelakaan yang disaksikan
Kata “menghantam” menghasilkan perkiraan rata-rata tertinggi (sekitar 40,8 mph), diikuti oleh bertabrakan yang menghasilkan rata-rata (39,3 mph),"terbentur" menghasilkan rata-rata (38,1 mph), "terkena" menghasilkan rata-rata (34 mph), dan terakhir "bersentuhan" menghasilkan rata-rata (31,8 mph).
Padahal, kecepatan sebenarnya dalam klip video hanya berkisar antara 20–40 mph. Ini menunjukkan bahwa peserta cenderung melebihkan perkiraan mereka. Analisis statistik juga membuktikan bahwa pengaruh kata dalam pertanyaan tersebut signifikan.
Loftus dan Palmer kemudian berpendapat bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh bias respons atau karena ingatan partisipan berubah karena kata kerja yang digunakan, sehingga membuatnya tampak lebih parah.
Kesimpulan:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan kata dalam pertanyaan dapat membentuk kesan tertentu tentang kecepatan kendaraan, sehingga memengaruhi cara peserta memahami peristiwa. Ini membuktikan bahwa kesaksian saksi mata bisa terpengaruh hanya oleh cara pertanyaan diajukan.
Terdapat dua kemungkinan penjelasan. Pertama, bias respons, yaitu jawaban peserta dipengaruhi oleh kata-kata dalam pertanyaan tanpa mengubah ingatan aslinya. Kedua, perubahan memori, yaitu kata-kata tersebut benar-benar mengubah cara peristiwa disimpan dalam ingatan, sehingga tampak lebih serius.
Untuk membedakan kedua hal ini, dilakukan eksperimen lanjutan guna melihat apakah efeknya hanya pada jawaban atau juga pada ingatan.
Eksperimen ke-2: Eksperimen Pecahan Kaca
Sebanyak 150 siswa diminta menonton video berdurasi sekitar satu menit yang menampilkan mobil melaju di pedesaan, lalu diakhiri dengan adegan kecelakaan singkat. Setelah itu, mereka diberi pertanyaan tentang video tersebut. Variabel independen dalam penelitian ini adalah jenis pertanyaan yang diberikan.
Peserta dibagi menjadi tiga kelompok: 50 orang ditanya tentang kecepatan mobil saat “bertabrakan”, 50 orang lainnya mendapat pertanyaan dengan kata yang sedikit berbeda, dan 50 orang sisanya tidak ditanya soal kecepatan (kelompok kontrol).
Seminggu kemudian, tanpa menonton ulang video, semua peserta menjawab sepuluh pertanyaan. Salah satunya adalah apakah mereka melihat pecahan kaca. Padahal, di video aslinya tidak ada pecahan kaca.
Temuan:
Peserta yang sebelumnya ditanya tentang kecepatan lebih sering mengatakan melihat pecahan kaca, meskipun itu sebenarnya tidak ada.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertanyaan yang mengarahkan bisa memengaruhi bukan hanya jawaban, tetapi juga ingatan seseorang. Ingatan manusia tidak selalu akurat karena bisa berubah dengan adanya informasi baru.
Seiring waktu, informasi asli dan tambahan bisa bercampur, sehingga sulit dibedakan. Hal ini disebut konfabulasi, yaitu ketika seseorang mengingat sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Temuan ini penting dalam konteks saksi mata, karena cara bertanya bisa memengaruhi ingatan mereka.
Referensi
McLeod, S. (2014). Loftus and Palmer (1974). Simply Psychology.: https://www.simplypsychology.org/loftus-palmer.html
Brief Biography of Elizabeth F. Loftus: https://faculty.sites.uci.edu/eloftus/files/2022/08/BriefBio500words2022.doc
John Palmer - Psi Encyclopedia: https://psi-encyclopedia.spr.ac.uk/articles/john-palmer/