Edisi Maret 2026
Penulis : Chelsea Christy Setiawan & Reyfan Setio
Biografi
John M. Darley (3 April 1938 – 31 Agustus 2018) adalah seorang psikolog sosial Amerika yang terkenal karena investigasi empirisnya tentang intervensi pengamat, kognisi moral, dan dasar psikologis pengambilan keputusan hukum dan etika. Darley bergabung dengan fakultas Universitas Princeton pada tahun 1968 sebagai profesor madya psikologi. Darley menerima Penghargaan Kontribusi Ilmiah Ter distinguished dari Society of Experimental Social Psychology pada tahun 1997, Beasiswa Guggenheim, dan terpilih sebagai Anggota American Academy of Arts and Sciences pada tahun 2005, di samping menjabat sebagai presiden Association for Psychological Science.
Bibb Latané lahir di Kota New York pada tanggal 19 Juli 1937. Ia belajar di Yale dan menerima gelar sarjana di bidang perilaku dan budaya. Ia melanjutkan studinya di Universitas Minnesota, tempat ia meraih gelar PhD di bidang psikologi pada tahun 1963. Latané mulai mengajar di Universitas Columbia pada tahun 1961, dan kemudian, ia mengajar di Universitas Negeri Ohio antara tahun 1968 dan 1981, di Universitas Carolina Utara di Chapel Hill dari tahun 1982–1989, dan di Universitas Florida Atlantic dari tahun 1989–2000. Ia menjabat sebagai Direktur Institut Penelitian Ilmu Sosial antara tahun 1982 dan 1988, dan ia telah menjabat sebagai Senior Fellow di Pusat Ilmu Manusia di Chapel Hill sejak tahun 2000. Latané menerima Penghargaan Kontribusi Ilmiah Terkemuka dari Society of Experimental Social Psychology pada tahun 1997.
Di Columbia, Latané bekerja sama dengan John Darley untuk mengembangkan teori dampak sosial, yang dirancang untuk menjelaskan pembagian tanggung jawab dalam kelompok besar dan mengungkapkan efek pengamat—penyebaran tanggung jawab yang mengurangi bantuan dalam pengaturan kelompok selama keadaan darurat—dan mengeksplorasi bagaimana proses kognitif membentuk penilaian moral dan kepatuhan terhadap norma. Penelitiannya, yang didasarkan pada paradigma laboratorium terkontrol dan studi lapangan, memengaruhi domain terapan seperti pencegahan kriminal dan etika organisasi, dengan lebih dari 140 publikasi yang menekankan mekanisme kausal daripada stereotip situasional. Keduanya paling dikenal karena penelitian mereka tentang efek pengamat pasif. Bekerja sama dengan Darley, Latané menerbitkan buku The Unresponsive Bystander: Why Doesn't he Help? pada tahun 1970. Buku tersebut menggambarkan intervensi pengamat—perilaku individu ketika menanggapi keadaan darurat. Latané dan Darley dianugerahi Penghargaan Memorial Richard M. Elliot pada tahun 1968 dan Penghargaan Ilmu Perilaku dari American Association for the Advancement of Science pada tahun 1968.
Prosedur Eksperimen
Eksperimen dilaksanakan dengan sebuah mahasiswa yang diperintahkan oleh pembawa eksperimen untuk memasuki sebuah ruang kecil untuk berdiskusi dengan mahasiswa/i lainnya mengenai permasalahan dan keluh kesah pribadi masing-masing dalam perkuliahan tersebut, pembawa eksperimen akan menjelaskan bahwa tujuan eksperimen ini adalah untuk mengenal lebih dalam keluh-kesah dari para mahasiswa/i selama perkuliahan yang mereka jalani. Untuk menjaga anonimitas partisipan dan menjaga agar partisipan tersebut tidak merasa gugup atau malu, diskusi tersebut dilaksanakan melalui intercom, membuat diskusi tersebut lebih nyaman dibanding dengan pembicaraan tatap muka langsung.
Selama diskusi berlangsung, salah seorang dari mahasiswa/i tersebut akan menyatakan hal bahwa mereka sedang merasakan kejang seperti akan mengalami epilepsi, namun dikarenakan sistem pembicaraan mereka yang melalui sistem intercom, mahasiswa partisipan tidak dapat mengecek keseriusan kondisi tersebut, variabel yang menjadi penentu dalam eksperimen ini adalah seberapa cepat waktu yang dibutuhkan oleh mahasiswa partisipan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pembawa eksperimen.
Dalam eksperimen tersebut, terdapat dalam total 72 partisipan dalam eksperimen tersebut, 59 mahasiswi dan 13 mahasiswa, dimana seluruh peserta merupakan murid-murid yang baru memasuki program studi psikologi di Universitas New York. Selama diskusi berlangsung, pembawa eksperimen tidak berpartisipasi dalam diskusi dan setiap peserta hanya diperbolehkan untuk berbicara satu persatu dan yang lainnya akan mengomentari pembahasan tersebut. Setelah beberapa saat, semua mikrofon peserta akan dimatikan dan hanya satu yang diperbolehkan untuk berbicara, yaitu mahasiswa yang akan menjelaskan bahwa ia merasakan kejang dan akan mengalami epilepsi, karena seluruh mikrofon peserta lainnya telah dimatikan, para peserta tidak dapat berdiskusi atau menanyakan kondisi korban tersebut kepada siapapun.
Hasil Eksperimen
Berdasarkan seberapa besar kelompok mahasiswa/i dengan sang “korban”, ditemukan bahwa semakin kecil jumlah peserta dengan korban, maka semakin cepat juga respons peserta untuk menghampiri pembawa eksperimen bahwa ada seseorang yang mengalami epilepsi, sebagai contoh, dalam kelompok dua orang (peserta dan “korban), peserta tersebut melaporkan dalam waktu 52 detik setelah mendengar tanda-tanda epilepsi dari korban, sedangkan dalam kelompok enam orang (peserta, “korban” dan 4 peserta yang menjadi pengamat), peserta tersebut baru melaporkan kejadian tersebut setelah 166 detik.
Dari hasil eksperimen tersebut, dapat dinyatakan adanya 3 proses psikologis yang terjadi kepada peserta eksperimen:
Diffusion of Responsibility: peserta merasa bahwa dengan adanya orang lain bersama mereka, peserta akan berpikir bahwa “akan ada orang lain yang melaporkan kejadian tersebut”, membuat mereka tidak yakin dan berkonflik dengan pemikiran mereka sendiri.
Evaluation Apprehension: peserta tidak yakin untuk melaporkan karena berpikir bahwa mungkin kejadian tersebut bukanlah kejadian yang nyata karena takut saat melaporkan, mereka akan terlihat konyol karena hal tersebut bukanlah kondisi darurat yang nyata.
Pluralistic Ignorance: peserta yang melihat atau merasa bahwa peserta lainnya tidak melakukan apa-apa akan ikutan berpikir bahwa melaporkan atau membantu tidak akan membuat perubahan apapun.
Dalam eksperimen tersebut juga dijelaskan bahwa peserta yang gagal untuk melaporkan bukan berarti mereka tidak memiliki perasaan atau tidak peduli akan situasi tersebut. Setelah melalui evaluasi, peserta yang tidak melaporkan menunjukkan tanda-tanda cemas seperti berkeringat, gemetar, gugup, bahkan beberapa sempat hampir melaporkan, namun duduk kembali, bukan karena tidak peduli, tetapi tidak mampu untuk bertindak karena ketidakyakinan dan konflik batin.
Referensi
Darley, J. M. (n.d.). John M. Darley. Grokipedia. Retrieved March 7, 2026, from https://grokipedia.com/page/john_m_darley
GoodTherapy. (2015, July 20). Bibb Latané: Who they are and their contribution. https://www.goodtherapy.org/famous-psychologists/bibb-latane.html
Darley, J. M., & Latané, B. (1968). Bystander intervention in emergencies: diffusion of responsibility. Journal of personality and social psychology, 8(4), 377-383. https://doi.org/10.1037/h0025589
