Friday, January 23, 2026

SKINNER BOX

Edisi Januari 2026

SKINNER BOX




Penulis : Chelsea Christy Setiawan & Austin Vinsen

PENJELASAN TOKOH

        Burrhus Frederic Skinner atau B.F. Skinner adalah salah satu tokoh psikologi yang lahir pada 20 Maret 1904, di kota kecil bernama Susquehanna, Pennsytvania, Amerika Serikat. B.F. Skinner tumbuh di sebuah kota kecil di keluarga yang terbilang nyaman, hangat dan bahagia. Di Perguruan Tinggi Hamilton, yakni sebuah sekolah kesenian Liberaldi Cliton, New York, dan memperoleh gelar sarjananya. Tahun 1926 ia melanjutkan pendidikannya untuk program graduate di bidang psikologi yang terbilang cukup sulit di Harvard.

        Skinner berhasil menerbitkan buku pertamanya yang diberi judul The Behavior of Organisms pada tahun 1938. Skinner kembali ke Harvard pada tahun 1948, dan memulai eksperimen burung dara yang diberi nama Project Pigeon dan kemudian eksperimen yang bernama Baby-Tender meskipun akhirnya tidak dapat dilanjutkan. Skinner menjadi tokoh utama psikologi behavioral Amerika. Ia berhasil menggagas program mengontrol perilaku masyarakat, kiat-kiat modifikasi perilaku serta membuat penemuan Baby-Tender. pada 18 Agustus 1990 ia meninggal dunia dan dimakamkan di Cambridge, Massachusetts, akibat penyakit leukemia.

      Di dunia psikologi, B.F. Skinner merupakan seorang psikolog terkenal dari aliran behaviorisme, dengan pemikirannya yang terkenal yakni teori Operant Conditioning. Teori operant conditioning adalah teori yang sudah mencapai tahap penyempurnaan dari beberapa teori psikologi Behaviorisme. Kesimpulan-kesimpulan yang dicanangkan Skinner dalam teorinya didapatkan dari hasil pengamatan dan uji coba terhadap tikus dan burung dara yang dimasukkan ke dalam kotak yang dimodifikasi. Skinner adalah satu-satunya psikolog yang mendapat pujian sebagai Outstanding Lifetime Constribution To Psycology, artinya adalah Skinner telah memberikan kontribusi yang besar bagi dunia psikologi.

PENJELASAN EKSPERIMEN SKINNER BOX

    Eksperimen Skinner menggunakan kotak yang berisikan tikus dan dirancang dengan beberapa bagian untuk bahan percobaannya. Skinner menamai kotak tersebut dengan nama ‘Skinner Box’. Skinner box difungsikan untuk mengamati perilaku yang diperkuat dengan stimulus.

    Skinner box memiliki komponen yaitu tuas kecil yang dapat memberikan makanan kepada tikus apabila ditekan, juga terdapat lantai yang dapat dialiri listrik. Hal tersebut digunakan oleh Skinner untuk mengamati teori operant conditioning.

EKSPERIMEN

    Seekor tikus lapar akan dimasukkan ke dalam skinner box. Tikus tersebut akan belajar bagaimana untuk menemukan makanan, yaitu dengan menekan tuas. Ketika tikus mulai belajar apabila tuas ditekan maka makanan akan keluar, mereka akan terbiasa dan paham apabila tuas ditekan maka akan muncul makanan. Hal ini dapat disebut dengan penguatan positif dimana frekuensi perilaku akan meningkat yang dipengaruhi oleh stimulus yang menyenangkan.

    Dalam percobaan lain, seekor tikus ditempatkan di dalam kandang di mana mereka dikenai arus listrik yang tidak nyaman. Saat bergerak di kotak yang dialiri arus listrik, tikus akan segera menekan tuas yang akan mematikan arus listrik. Tikus tersebut belajar apabila menekan tuas maka arus listrik akan berhenti. Hal ini dapat disebut sebagai penguatan negatif, dimana frekuensi perilaku akan meningkat akibat stimulus yang tidak menyenangkan.

HASIL EKSPERIMEN

    Kotak tersebut memungkinkan Skinner untuk menyampaikan keempat kemungkinan hasil yang diinginkannya, yaitu:

    Penguatan positif : peningkatan perilaku akibat stimulus yang menyenangkan. Misalnya, tikus dapat diberi hadiah berupa makanan karena menekan tuas.

    Hukuman Positif : Bentuk pemberian stimulus yang tidak menyenangkan untuk mengurangi perilaku tertentu. Misalnya, setelah tikus diajari untuk menekan tuas, Skinner melatihnya untuk menghentikan perilaku ini dengan menyetrum lantai setiap kali tuas ditekan.

    Penguatan Negatif : peningkatan perilaku akibat penghilangan kondisi yang tidak menyenangkan. Misalnya, arus listrik ringan dialirkan melalui lantai kandang dan dihilangkan ketika perilaku yang diinginkan terbentuk.

    Hukuman Negatif : melibatkan pengambilan atau penghapusan situasi yang menyenangkan untuk mengurangi perilaku tertentu. Misalnya, dalam kotak Skinner, tikus dapat dilatih untuk berhenti menekan tuas dengan melepaskan pelet makanan secara berkala dan kemudian menahannya ketika tuas ditekan.

REFERENSI

Fitriyani, N., Komalasari, S., & Hairina, Y. (2021). Konsep punishment dalam pengasuhan: Studi komparatif pemikiran B. F. Skinner dan Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid. Al-Husna: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 2(3), 240–259. https://doi.org/10.18592/jah.v2vi3i.4677

Nickerson, C. (2024, February 2). Skinner box: What is an operant conditioning chamber? Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/what-is-a-skinner-box.html

Martin, G. N., & Carlson, N. R. (2018). Psychology (6th ed.). Pearson

No comments:

Post a Comment

SKINNER BOX

Edisi Januari 2026 SKINNER BOX Sumber : https://vigglegiggle.weebly.com/skinners-research.html Penulis : Chelsea Christy Setiawan & Aust...